Korean Drama Review: A Thousand Days Promise

Annyeong Chingudeul,

SAAT KEKUATAN CINTA BERTARUNG DENGAN ALZHEIMER

Bahkan jika aku tidak lagi dapat mengingat banyak hal dan menjadi bodoh, bahkan jika aku bukan diriku sendiri, hatiku akan selalu mengingatmu.

JUDUL     :   A Thousand Days Promise

PEMAIN :  Kim Rae Won sbg Park Ji Hyung

                 Soo Ae sbg Lee Seo Yeon

                 Lee Sang Woo sbg Jang Jae Min

                 Jung Yoo Mi sbg Noh Hyang Ki

                 Park Yoo Hwan sbg Lee Moon Kwon

EPISODE  :  20 Episode

GENRE      :  Romance/Melodrama

SINOPSIS :

Kisah ini di buka dengan hari dimana Park Ji Hyung (Kim Rae Won) dan Lee Seo Yeon (Soo Ae) memutuskan berpisah secara baik – baik di kencan terakhir mereka, karena tanggal pernikahan  Ji Hyung dengan tunangannya, Noh Hyang Ki (Jung Yoo Mi) sudah ditetapkan keluarga mereka. Park Ji Hyung bertunangan dengan Noh Hyang Ki atas perjodohan. Orang tua mereka sudah bersahabat sejak masa kuliah, dan ayah Ji Hyung menjabat sebagai Dokter Kepala di Rumah Sakit milik ayah Hyang Ki.

Seo Yoon dan Ji Hyung sebenarnya sudah saling mengenal sejak remaja. Ji Hyung merupakan sahabat dari Jang Jae Min (Lee Sang Woo), sepupu Seo Yeon. Pertemuan kembali Ji Hyung dengan Seo Yeon secara tidak sengaja di sebuah galeri lukisan, tidak lama setelah kembalinya Ji Hyung menyelesaikan studi di Amerika, memercikan kembali api cinta yang sudah mereka rasakan sejak remaja.  Mereka pun mulai berhubungan secara sembunyi – sembunyi di belakang Hyang Ki dan keluarganya setahun terakhir sebelum akhirnya memutuskan berpisah.

Waktu berlalu, Seo Yeon kemudian melanjutkan hidupnya walau ia tidak bisa melupakan Ji Hyung. Namun ia mulai mengalami kondisi yang cukup merepotkannya seperti sering ketinggalan ponsel, lupa mengirim email untuk pekerjaannya, lupa menaruh sesuatu,  dan bahkan hampir membuat apartemennya terbakar karena lupa mematikan kompor saat akan meninggalkan apartemen. Tidak hanya itu, Seo Yeon pun sering mengalami sakit kepala sehingga memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan mendiagnosa Seo Yeon mengalami penyakit Alzheimer/Demensia (kepikunan).  Demensia Alzheimer adalah penyakit pembunuh otak karena mematikan fungsi sel – sel otak, ditunjukkan dengan kemunduran fungsi intelektual dan emosional secara progresif, menjadi parah dan memperburuk fungsi kognitif dan fungsi mental lainnya.  Seo Yeon tidak percaya atas diagnosa dokter itu lantaran ia baru berusia 30 tahun. Ia pun mengabaikan anjuran pengobatan yang disarankan dokter.  Adik kandung Seo Yeon, Moon Kwon (Park Yoo Hwan) dan kakak sepupunya, Jang Jae Min yang sudah seperti kakak kandung baginya itu akhirnya mengetahui kondisi Seo Yeon. Jae Min pun akhirnya memberitahukannya kepada sahabat karibnya yang tidak lain mantan kekasih Seo Yeon, Ji Hyung.

Menyadari bahwa perasaan cintanya pada Seo Yeon masih begitu mendalam, dan mengetahui kondisi penyakit yang dialami Seo Yeon, pada akhirnya Ji Hyung mengambil keputusan besar, yaitu: membatalkan pernikahannya dengan Hyang Ki tepat dua hari sebelum hari H. Untuk keputusan tersebut, Ji Hyung diusir dari rumah orangtuanya. Namun tekad Ji Hyung untuk membahagiakan Seo Yeon sudah bulat. Setelah meninggalkan rumah orang tuanya, Ji Hyung menyewa apartemen yang lebih luas demi kenyamanan Seo Yeon.

Seo Yeon, yang tak ingin dikasihani oleh orang-orang di sekitarnya berusaha keras melawan takdirnya dengan mengingat semua hal yang akan atau telah dilakukannya. Ketika Ji Hyung datang kembali ke dalam hidupnya dan melamarnya, Seo Yeon berusaha keras menolaknya meski ia masih sangat mencintai laki – laki itu. Seo Yeon tidak ingin menyeret Ji Hyung ke dalam masa depannya yang suram sebagai seorang penderita Alzheimer, sampai akhirnya satu momen meluluhkan pertahanannya.  Seo Yeon yang tersesat ketika kembali dari kantor hanya dapat mengingat nomor telepon Ji Hyung. Saat itulah Seo Yeon menyadari dia sangat membutuhkan kehadiran Ji Hyung disisinya. Maka ketika Ji Hyung kembali meminta untuk menikahinya, Seo Yeon setuju. Seo Yeon dan Ji Hyung akhirnya menikah namun kondisi Seo Yeon kemudian makin menurun, padahal ia telah mengandung. Semakin buruk setelah bayi mereka lahir.

Seo Yeon mulai lupa akan hal-hal kecil, sampai-sampai tak berani menggendong bayinya karena takut kalau-kalau ia akan membuang atau meletakkannya di sembarang tempat. Disinilah akan terlihat perjuangan dan kegigihan Ji Hyung merawat Seo Yeon. Episode per episode nya akan membuat siapapun yang menonton bercucuran air mata. Sangat mengharukan.

ULASAN               :

Unconditional love!! Realistic love-story!! Sad ending!!

Ketika pertama kali mengetahui tentang penayangan drama ini di Korea, saya sudah sangat menantikan untuk dapat menontonnya juga. Selain penasaran setelah membaca global story-line yang sudah marak beredar di situs – situs yang khusus mengulas Drama dan Film Korea, juga karena saya sudah sangat menantikan akting terbaru Kim Rae Won. A Thousand Days Promise merupakan project comeback Kim Rae Won setelah cuti lebih dari dua tahun karena harus menjalani wajib militer.

Sejak menonton episode awal, A Thousand Days Promise sudah berhasil membuat saya bercucuran air mata. Setelah menuntaskan episode pamungkasnya, saya malah tidak dapat tidur nyenyak. Saya membayangkan rasa depresi yang dirasakan oleh wanita setegar dan semandiri Seo Yeon perlahan – lahan harus kehilangan ingatannya, bahkan melumpuhkan otaknya sampai tidak lagi mengenali bukan hanya orang – orang di sekitarnya, tapi juga tidak mengenali dirinya. Dan bayangkan juga bagaimana jika kita berada di posisi Ji Hyung. Adegan demi adegan yang menggambarkan kesetiaan, ketulusan, kesabaran dan besarnya cinta Ji Hyung dalam merawat Seo Yeon benar – benar sangat mengharu biru.

Saya menghitung berapa kali saya menangis ketika menyimak drama ini. Hasilnya? Tidak terhitung! Saya menangis hampir setiap sepuluh menit sekali selama cerita bergulir sepanjang 20 episode. Siapa yang tidak tergedor mentalnya melihat seorang suami begitu sabar mengahadapi emosi isterinya yang tidak lagi terkontrol, membersihkan ceceran air seni, mengajari memakai baju, mengajari cara makan yang benar, memandikan, mencuci rambut, menggunting kuku, memeluknya saat pulang kerja, bahkan memijat kakinya meski ia lelah setelah bekerja di kantor. Every beautiful moment made me cried after cried after cried. Dan siapa yang bisa tahan menonton tanpa menangis menyaksikan kesedihan di mata Ji Hyung saat Seo Yeon tidak lagi dapat diajak bicara secara normal, dan bahkan tidak lagi mengenalinya sebagai suami yang dicintainya. Huh…really depressing!!

Satu yang melegakan dan di eksekusi secara manusiawi dalam perkembangan ceritanya adalah ketika akhirnya orang tua Ji Hyung luluh dan merestui pernikahan Ji Hyung dengan wanita pilihan putera mereka itu. Bahkan ibu dan ayah Ji Hyung menunjukan perhatiannya pada kesehatan Seo Yeon. Tidak ada tokoh antagonis dalam drama ini. Pun tidak ada tokoh orang ketiga yang merusak hubungan cinta tokoh utama dengan menghalalkan segala cara layaknya drama cinta umumnya. Hanya beberapa tokoh dengan karakter sedikit menyebalkan, yaitu ibu Hyang Ki dan kakak perempuan Jae Min.

Pengembangan cerita berjalan sesuai porsinya dengan plot sangat rapih, diselingi flash back masa lalu Seo Yeon-Ji Hyung saat jatuh cinta, masa kecil Seo Yeon yang akan membuat kita dapat mengira – ngira darimana Seo Yeon bisa mendapatkan penyakit semengerikan itu. Terkadang cerita berjalan dengan point of view orang pertama. Sesekali melalui tokoh Ji Hyung, lebih sering melalui tokoh Seo Yeon.

Kekuatan akting yang ditampilkan oleh Soo Ae sebagai penderita Alzheimer dan Kim Rae Won sebagai suami yang cintanya tak bersyarat sangat meluluhkan hati. Love the main characters. Soo Ae and Kim Rae Won were great like always. So mature and stunning on act!  Gestur dan ekpresi mereka sangat pas.  Soo Ae and Kim Rae Won gave their best performance. Tangisan depresi yang mendalam tanpa meraung – raung berlebihan ala sinetron Indonesia semakin mengukuhkan bahwa drama ini punya kelas. Chemistry juga terbangun sangat kuat antara Soo Ae dan Kim Rae Won. Perubahan fisik Seo Yeon yang semakin kurus menjelang episode – episode akhir menunjukan keseriusan dalam menggarap drama ini secara detail. It is perfect exactly.

Akan banyak kita temui dialog – dialog penuh makna sepanjang cerita.

Diantaranya nasihat ibu Ji Hyung pada puteranya itu, malam sebelum Ji Hyung dan Seo Yeon menikah.

Kamu harus melakukan yang terbaik sampai akhir. Jadilah laki – laki yang setia seperti kamu sekarang dan jangan membuatnya sedih. Buatlah dia mengikuti petunjuk dokter. Habiskan banyak waktu dengannya. Mencintainya, menghargai dia tanpa henti.”

Lalu ada kalimat sakti yang selalu diucapkan Ji Hyung pada Seo Yeon setiap hari sampai cerita berakhir.

Aku mencintaimu. Dan aku akan sepuluh kali lebih mencintaimu besok.”

Dan Seo Yeon akan menjawab..

Aku mencintaimu. Maafkan aku. Terima kasih.”

Penasaran dengan endingnya? Saya bocorkan: Sad Ending! 😥

Sebelum adegan penutup, ada adegan terakhir yang akan kembali membuat kita tertegun lalu kembali menangis.  Apa itu? Temukan sendiri jawabannya. Sebuah tontonan wajib bagi pencinta setia drama korea yang menyukai drama berlinang air mata. Siapkan tissue karena kita tidak akan berhenti menangis saat menontonnya.

Ditambah soundtrack-nya yang dinyanyikan oleh si penyanyi spesialis ballad song Baek Ji Young semakin menambah haru biru.

Coba saja dengar…  

Atau yang ini…

WARNING: Don’t  try to watch this drama if you have a weak heart!! 😀

Salaams & Blessings,

@hubsche_petty

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s