NO STRINGS ATTACHED: Teman Tapi Mesra ala Natalie Portman & Ashton Kutcher

Hai Movie Lovers,

Beberapa saat lalu saya menggoreskan catatan tentang persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Dimulai dari  seorang teman yang melempar tanya “Bisa gak ya cowok sama cewek tuh murni berteman atau bersahabat tanpa ada embel-embel cinta dan ikatan pacaran?” Dengan penuh keyakinan saya jawab: Bisa!

Dan kemarin saya mengisi sore hari libur Maulid Nabi dengan menonton sebuah film. Sejak pagi di twitter, saya dan teman (yang sangat suka nonton) sudah janjian untuk menonton film barunya Natalie Portman dan Ashton Kutcher, NO STRINGS ATTACHED. Kami penasaran akan seperti apa kolaborasi antara si aktris watak nominator Best Actress Academy Awards 2011 dengan suami cute-nya Demi Moore itu.

Lalu apa hubungannya…cerita persahabatan antara laki-laki dan perempuang dengan film itu?

Tentu saja ada. Cerita film NO STRINGS ATTACHED adalah tentang konsep relationship antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dewasa.

Kita mulai dengan synopsis nya:

Emma Franklin (Natalie Portman) dan Adam Kurtzman (Ashton Kutcher) sudah berteman sejak mereka berusia sekitar 14 tahun, sejak mereka bertemu di sebuah perkemahan Weehawken. Pertemanan yang dijalin sejak belia itu membawa mereka pada satu hubungan intim. Hanya terjadi satu kali. Setelah itu mereka tidak lagi bertemu. Emma dan Adam kembali bertemu sepuluh tahun kemudian dalam sebuah pajama party, yang berlanjut dengan Adam menemani Emma di pemakaman ayah Emma. Lalu mereka berpisah lagi, dan dipertemukan takdir secara tidak sengaja lima tahun kemudian pada saat mereka sedang berbelanja. Emma dengan adiknya, Katie, dan Adam dengan pacarnya saat itu…ah saya lupa namanya:p

Suatu pagi, Adam terbangun di sofa di rumah Emma tanpa apapun yang membalut tubuhnya kecuali handuk kecil. Apa yang terjadi semalam? Setelah dikerjai oleh satu persatu penghuni rumah Emma, akhirnya Emma bercerita. Adam yang mabuk berat ditolong Emma. Menyangka telah berada di rumahnya, Adam melucuti pakaiannya didepan Emma dan meracau tentang sakit hatinya mengetahui mantan pacarnya menjalin hubungan intim dengan ayahnya yang seorang bintang televisi terkenal. Tak terjadi apapun malam itu. Namun saat Adam berterima kasih pada Emma pagi itu, mereka melakukan hubungan seks sesaat sebelum Emma berangkat ke rumah sakit.

Emma meminta Adam untuk tak mengatakannya pada siapapun. Namun rupanya mereka ‘ketagihan’ untuk mengulanginya lagi.  Emma yang calon dokter super sibuk (bekerja 80 jam seminggu di sebuah rumah sakit), dan Adam yang seorang co-writer sepakat untuk menjalani hubungan  tanpa status, hanya demi seks semata. Emma beralasan, dia terlalu sibuk untuk melibatkan hal-hal sentimentil dalam kegiatan seks mereka. Berbeda dengan Adam yang sebenarnya lebih nyaman berhubungan jangka panjang yang melibatkan rasa nyaman. Namun toh Adam setuju pada cara pandang Emma. Maka mulailah mereka menikmati hubungan yang mereka sebut ‘No Strings Attached’ yang hanya berpatokan pada seks, seks…dan seks. Dimanapun dan kapanpun mereka menginginkan dan saling membutuhkan semua area bisa dijadikan tempat yang aman dan nyaman untuk ngeseks…kamar tidur, jok belakang mobil, toilet umum, kamar mandi sampai ruang praktek Emma di RS.

Selain seks, beberapa hal yang lazim dilakukan orang pacaran tidak boleh mereka lakukan. Tidak ada sarapan bersama, tidak boleh memberi bunga,  tidak boleh bohong, tidak boleh cemburu, tidak boleh marah, tidak boleh bermanja-manja (bahkan mencium rambut saat tidur bersama atau berpelukan saat berpakaian lengkap), apalagi suara tangis bayi. Tidak ada semua itu!

Pertanyaannya…bisakah dua orang dewasa (laki-laki dan perempuan) berhubungan seks terus menerus secara lancar tanpa melibatkan perasaan cinta di dalamnya? Jika perasaan saling memiliki itu muncul apa yang akan terjadi? Siapakah yang terlebih dahulu jatuh cinta di antara mereka? Dan bisakah pertemanan mereka bertahan?

No String Attached

Cast : Natalie Portman, Ashton Kutcher, Greta Gerwig, Kevin Kline
Director : Ivan Reitman
Paramount Pictures

Menarik? Cukup menarik! Tapi cerita menarik ini akan menjadi  kekurangan yang sangat melemahkan di mata penonton Indonesia. Konsep Teman Tapi Mesra (Ups! Teman Tapi Seks) atau bisa juga disebut fuck friend a.k.a sex buddy ini sangat tidak cocok bagi kultur orang Indonesia. Apalagi No Strings Attached dilabeli R-Rated (Dewasa). Saya ingat, dulu waktu Ratu (formasi Maia & Mulan) melambungkan hits TTM-Teman Tapi Mesra, yang kemudian istilah itu begitu popular di masyarakat, banyak perempuan merasa tidak nyaman dan terganggu. Apalagi jika pertemanan itu tak hanya dibumbui kemesraan semata, tapi melibatkan kegiatan seks yang penuh hasrat dan gairah.

Ketika mengetahui bahwa film No Strings Attached adalah genre romantic comedy, saya sudah bisa membayangkan akan bermuara dimana ending dari cerita ini. Saya hanya perlu menikmati adegan-adegan ringan yang tak jauh dari problematika cinta, seks, hura-hura, pertemanan, sekelumit problem keluarga, dan sedikit adegan sentimental selama dua jam seperti umumnya pakem film-film seperti ini dibuat.

Jika tak ada yang istimewa, kenapa saya menontonnya? Seperti yang saya katakan di awal, saya penasaran dengan chemistry Portman dan Kutcher. Bagaimana aktris sekelas Portman berbagi layar dengan Kutcher, aktor spesialis film-film ringan (jika tidak ingin disebut film kelas B). Saya tidak mungkin tidak membayangkan ekspresi ambisius Portman sebagai Anne di Film The Other Boleyn Girl  tiba-tiba harus penuh nafsu pada lelaki si pink valentine Kutcher. Dalam pandangan saya Portman-Kutcher memang jadi kekuatan dan daya jual film ini. Chemistry mereka tidak terlalu buruk, tapi juga tidak moncer. Apalagi yang menarik di film ini? Mood film yang terjaga dari awal hingga akhir. Secara cukup cerdas kerjasama Reitman sebagai sutradara dan Meriwether sebagai penulis mengatur adegan dan alur dengan rapi, ringan, renyah dan fluktuatif. Ini mungkin juga bisa efek dari munculnya beberapa karkater lain selain karakter Emma dan Adam. Beberapa bagian cerita terlihat manis mengacu pada grand design film yang komedi romentis, misal Adam yang memberikan CD berisi kumpulan lagu-lagu terpilih (period mix songs) untuk memperbaiki mood Emma yang sedang dalam siklus buruk bagi perempuan sambil membawa cup cake. Atau Emma yang membela ‘kehormatan’ Adam di hadapan ayah Adam dan mantan pacarnya, Vanessa (ah itu dia namanya, Vanessa!). Oia, meski menampilkan banyaaaaak sekali adegan seks dalam memperlihatkan proses fuck buddy, tak lantas membuat No String Attached dijejali dialog-dialog kotor dan vulgar. Beberapa hot scene diambil dengan angle yang menarik.

Endingnya? Seperti pakem semua film-film romantic comedy tentu saja happy ending bagi tokoh Emma-Adam, dan  beberapa karakter lain. Secara keseluruhan No Strings Attached bisa dinikmati dengan enak, santai dan tidak bikin kita mendumal sesudahnya.  So…silahkan menonton bagi yang membutuhkan hiburan ringan 🙂

 

Love,

@hubsche_petty

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s